Keesokan harinya Genta pergi
ke sekolah. Sampai di sekolah Genta menceritakan kejadian tentang dirinya sama teman-temannya dikelas.
“ kemarin melihat arwah
gentayangan di kuburan tua,” kata Genta.
“ ah......mana mungkin ada
arwah gentayangan....orang sudah mati tidur tenang di alam baka,” kata Can.
“ mungkin saja,” sahut Jun.
“ beneran karena pada saat
itu anak laki-laki bersama Arwah gentayangan,” ujar Genta.
“ itu mah cerita
bohong.....mana mungkin lah....,” kata Can.
“ itu sih bener.....mana
mungkin,” sahut Jun.
“ kalau di pikir sih
orang gak mungkin juga... pastinya sih
ketakutan, tapi anak itu berani ya,” ujar Dyah.
“ itu benaran anak itu
bersama arwah di kuburan tua,” kata menyakinkan Genta.
“ ah sudahlah Genta pasti kamu salah lihat,” sahut Can.
“ ya...itu benar sekali,”
ujar Jun.
“ yap....salah lihat Genta,”
sahut Dyah.
“ gimana sih menjelaskan
agar kalian percaya,” kata Genta dengan menunduk malu.
Guru pun dateng masuk ke
dalam kelas. Semua murid segera kembali ke bangku masing-masing.
“ ya anak-anak Bapak akan
memperkenalkan satu teman baru pindahan dari desa........nama Yo,” kata Pak
guru.
Yo pun masuk ke dalam kelas.
“ halo saya Yo, anak
pindahan dari desa terpencil. Salam kenal,” ujarnya.
“ haaaaaaaaaaaaaaaaaaaa,”
teriak Genta sangking terkejut melihat Yo.
“ Genta..... kenapa kamu
berteriak?. Apa kamu mengenal Yo,” tanya Pak Guru.
“ eeeee...gak Pak,” sahut
Genta.
“ ya udah kalau begitu
diam,” kata Pak Guru.
“ baik Pak,” sahut Genta.
“ Yo kalau begitu kamu duduk
dekat Genta, karena di situ ada bangku kosong,” perintah Pak Guru.
“ baik...pak,” jawab Yo.
Yo segera duduk di
bangkunya. Pelajaran pun di mulai. Semua
anak-anak murid mengeluarkan buku pelajaranya. Pak guru mengajarkan pelajaran
tentang sejarah Indonesia. Murid-murid mendengarkan cerita pak guru dengan baik. Proses belajar mengajar berjalan
dengan baik sampai jam pergantian mata pelajaran.

No comments:
Post a Comment