Siang hari yang cerah Icigo
melewati sebuah tangga menuju sebuah jalan. Dengan memmbawa bunga di tangan
yang di beli dari toko bunga. Icigo mengganti bunga yang layu di sebuah
keranjang bunga di sebuah pinggir jalan dekat tiang listrik. Icigo masih
mengenang pertemuannya denga roh halus anak kecil. Seorang pemudan dan pemudi
berjalan bersamaan di jalan tortoar. Icigo merasakan kehadiran orang-orang di
belakangnya. Dengan membalikkan badan ternyata yang di lihat adalah ke dua
temanya Renji dan Kaguya.
“ hei Icigo kalau jangan
ikut campur dalam membereskan roh lagi,” peringatan Renji.
“ eeeh itu mah terserah
saya,” kata Icigo.
“ susah amat di bilangin
jangan ikut campur masalah roh,” kata Renji.
“ bukan urusan kamu,” sahut
Icigo.
Renji dan Icigo mulai panas
di antara keduanya setiap kali bertemu.
Sampai mereka berdua menunjukan
adu kekuatannya.
“ kalian berdua diam,” kata
Kaguya sambil mendorong keduanya.
Renji dan Icigo terpental
dan terjatuh di lantai tortoar.
“ kalian kalau bertemu kaya
anjing dan kucing. Ayo Renji kita pergi dari sini,” kata Kaguya.
Pergilah Renji dan Kaguya
meningalkan Icigo sendirian. Icigo meninggalkan tempat tersebut pergi menuju ke
sekolah. Selang berapa lama Icigo sampai di
halaman depan sekolah.
“ pagi Icigo,” sapa Inoe.
“ pagi juga Icigo,” sapa
Cath.
“ oh kalian pagi juga,”
jawab Icigo.
Mereka bertiga berjalan
menuju ruang kelas. Tiba-tiba terjadi sebuah tragedi. Energi raisu di rasakan
ketiganya. Terjadilah ledakan di sebuah bagunan yang mau di bangun.
“ booomm,” suara ledakan.
Inoe berada di sebuah tempat bangunan yang baru di bangun. Sebuah
benda terjatuh ke arah Inoe. Cath dengan tubuh besarnya menangisnya agar tidak
mengenai Inoe. Setelah itu bergegas Inoe
bergegas menjauhi dari tempat reruntuhan. Semua anak-anak terkejut apalagi
Icigo terkejut juga.Kemudian anak-anak sekolah masuk ke dalam ruang kelas masing-masing. Sedangkan para
guru dan stap sekolah membereskan puing-puing reruntuhan.
Icigo di dalam kelas hanya
duduk di mejanya. Sedangkan Lan seperti
biasanya memuji Cath yang menyelamatkan Inoe dengan tubuh besarnya. Sedangkan
teman-teman yang lain hanya mendengarkan ocehan Lan. Terkadang Lan menanyakan
kemana Icigo di saat Inoe butuh bantuan. Icigo tetap terdiam karena hapal
dengan sifat Lang.
Bel bermunyi tanda pelajaran
di mulai. Guru bidang study dateng ke ruangan kelas. Semua anak-anak kembali
kembali ke meja masing-masing. Pelajaran segera di mulai.

No comments:
Post a Comment