Setelah pulang sekolah Yo
mengajak Genta untuk pergi ke kuburan tua. Genta menolaknya ajakan Yo untuk
membalas perbuatan Riu. Karena Genta ketakutan dengan Riu dan kelompoknya. Yo dengan tenang terus saja memaksa Genta
untuk ke kuburan tua dan membalas perbuatan Riu. Lagi-lagi Genta menolaknya
dengan penuh tegasan. Tanpa kenal takut Yo membawa Genta ke kuburan tua.
“ walau saya lemah, tapi
saya punya harga diri,” kata Yo.
Genta mendengar ucapan Yo
mau pergi ke kuburan tua. Sampai di
kuburan Genta dan Yo. Hari semakin larut Yo menunggu dekat makam tua yang di
rusak. Sedangkan Genta di ikat di pohon oleh Yo.
“ kenapa saya di ikat
seperti ini?,” tanya Genta.
“ eee kemungkinan kamu lari
lagi,” kata Yo.
Cukup lama Yo dan Genta
menunggu di kuburan tua. Akhirnya orang yang di tunggu dateng juga.
“ jadi kalian yang telah
merusak makan tua sampai rusak dan juga membuat teman saya jadi babak belur,”
kata Yo dengan berani.
“ emangnya kamu siapa berani
dengan kami?,” kata Gun.
“ itu benar sekali kamu
berani benar menantang kami,” kata Yut.
“ berani benar anak ini?,”
kata Riu.
“ kalau gitu kita habisi
saa,” kata semua kelompok berandalan.
Kelompok berandalan mulai
menyerang Yo. Tetapi Yo memanggil sesosok roh penunggu makam tua.
“ Amidamaru,” pangilan Yo.
Genta melihatnya tercengang
sekali. begitu dengan Riu dan kelompoknya melihat sesosok roh keluar dari makam
tua.
“ Amidamaru berubah menjadi
bola roh merasuklah kedalam tubuh ku,” kata Yo.
Setelah roh Amidamaru
dimasukan oleh Yo dengan tangannya memegang
energi bola roh Amidamaru berubahlah perangai Yo. Kemudian Yo mengambil sebuah tongkat di makam tua, lalu menantang para gerombolan
berandalan.
“ ayo kalian maju,” kata Yo.
“ berengsek anak ini,” kata
semua kelompok berandalan.
Mulai menyerang para
kelompok berandalan Dengan tenang Yo
menghadapi mereka semuanya.
“ anak itu berubah
sifatnya,” kata Riu memperhatikan dengan seksama.
Kelompok berandalan meninju
ke arah Yo dengan cepat. Sekali pululan kuat dari Yo yang kerasukan Amidamaru
mementalkan serangan kelompok berandalan sampai tersungkur.
“ ayo kalian semua,” kata Yo
menantang.
“ yaaaaaaaa,” teriak Riu.
Riu dengan berlari menuju Yo
dengan mengayunkan pedang kayunya. Dengan cepat Yo menghindari dari pandangan
Riu.
“ menghilang,” kata Riu yang
tercengang.
Tiba-tiba Yo berda di bawah
kemudian menyerang dengan tongkat memotong rambut kesayangan Riu.
“ siapa lagi yang mau
bertarun?,” tanya Yo dengan berani.
Riu dan kawan-kawannya kalah
dalam pertarungan pergi dari kuburan tua. Roh Amidamaru keluar dari tubuh Yo.
Dengan segera Yo mendatengin Genta yang terikat di pohon untuk melepaskan
ikatan.
“ akhirnya saya dilepaskan,”
kata Genta.
Yo mulai memperbaiki makam tua dengan semen.
“ kamu memperbaikinya Yo?,” tanya Genta.
“ ya begitulah,” sahut Yo
sambil memperbaiki makam tua.
Selang berapa lama makam
telah selesai di perbaiki dengan bagus dan rapih.
“ akhirnya selesai juga,”
kata Yo.
“ terima kasih,” kata
Amidamaru.
“ ya sama-sama,” jawab Yo.
“ ya begitulah Yo,” sahut
Genta.
Genta dan Yo menikmati
indahnya malam penuh bintang di kuburan tua bersama roh Amidamaru yang sedang
duduk dekat pohon. Suasana terasa tenang dan damai.

No comments:
Post a Comment