Malam yang penuh ke sunyiaan udara
dingin berhembus sampai tubuh mengigil.
Terdengar suara yang lembut membisikan
telinga. Buku kuduk pun naik. Rasa takut muncul langsung ke hulu hati. Pada hal
Wiwin sedang duduk di ruang tamu sambil berpikir rencana untuk mendapatkan
pekerjaan. Sontak suara lembut tersebut mengambil alih Wiwin. Sontak dengan tidak sadar Wiwin berubah sifat. Dalam
tidak sadar Wiwin melakukan sesuatu.
Bergegas keluar dari rumah. Tanpa pamitan dengan orang tua. Terus melangkah ke
jalan. Melewati gang kecil-kecil sampai di jalan setapak masuk hutan banmbu.
Wiwin lansung terdiam di situ. Berjam-jam berdiri disitu. Masuklah roh halus
yang membesikan Wiwin dengan lembut. Tubuh melayang di udara. Roh halus bersatu
dengan Wiwin sempurna.
Setelah itu dari tempat hutan bambu Wiwin
berjalan keluar menuju satu tempat. Dengan terlihat terburu-buru Wiwin langsung
pulang ke rumah. Masuk rumah dan membenah diri langgsung tidur.
Keesokan hari mulai mencari pekerjaan. Eh
baru mau keluar dari ke luar ruamh. Temanya nelpon.
“ halo ada apa antok?,” tanya Wiwin.
“ lo ga ada kerjaankan. Gw ngajak lo untuk
kerja mau gak,” kata Anto.
“ gw mau-mau tok. Masalahnya gw lagi cekak ni. Jadi semua kerjaan gw terima,”
ujar Wiwin.
“ ok kalau begitu bawa ijasaha dan cv loe. Langsung kerja di kantor
gw,” kata Anto.
“ ok lah Anto oh ya sebelum dan sesudahnya
terima kasih,” kata Wiwin.
Telpon di tutup oleh Anto dan Wiwin. Dengan
senangnya Wiwin mendapatkan kerjaan. Dengan rasa syukurnya Wiwin menyusun
berkasnya. Lalu baru keluar dari rumah. Dengan berjalan kemudian di pinggir
jalan besar menunggu angkot. Selang beberapa saat angkot datang.segera Wiwin
menaiknya menuju tempat kerjaan Anto. memang perjalan dari rumah dari tempat kerjaan
Anto jauh. Dengan sabar Wiwin duduk di angkot sambil berdoa. Pada akhirnya
tujuan Wiwin sampai juga.angkot berhenti. Dengan segera Wiwin keluar dari
angkot langsung membayar ongkosnya sama supir angkot. Wiwin terus berjalan
menujutu perusahaan yang di tuju. Kemudian Wiwin menelpon Anto.
“ halo.... Antok gw di depan kantor lo nie,”
kata Wiwin
“ oh ya Wiwin, bentar gw turun dulu.loe
nunggu di depan dulu nanti gw kesana,” sahut Anto.
“ ok lah kalu begitu,” jawab Wiwin.
Telpon di tutup ke duanya. Dengan sabar Wiwin
Menunggu Anto. Beberpa saat Anto keluar dari kantor.
“ hei Win,” ujar Anto memanggil.
“ ya Tok,”
Jawab Wiwin.
“ kebiasaan dari dulu malu. Ayo .... jojong
aja. Biar gw tangani semuanya,” Kata Anto.
“ bagaimana surat lamaran kerja,” ujar Wiwin.
“ ah hanya pormalitas aja untuk sistem admistrasi. Yang penting
perusahaan gw lagi ke kurangan orang. Jadi butuh karyawan memangsih yang di
cari pengalaman kata bos. Kalau di pikir ngapa gak teman gw sendiri. Ya itu loe
win. Karena gw tahu potensi lo dalam bekerja,” kata Anto.
“ maksudnya gw gak ngerti?,” tanya Wiwin.
“ loe orang dapat di percaya. Sekarang gw
tanya sebenarnya lo ngangur atau ga?,” tanya Anto.
“ sebenarnya di bilang ngangur juga enggak.
Masih ada kerjaan satu lagi. Tapi kan itu gak bisa di perhitungkan. Kerjaan itu
sih sambilan aja lebih tepat hoby atau bakat aja,” penjelasan Wiwin.
“ nah itu yang gw maksud. Gw tahu siapa lo
dari kuliah. Gesit kalu cari duit. Untuk membiayai kuliah loe kan. Terkadang gw
tahu kerjaan hoby lo banyak membantu dalam urusan ke uangan loe,” kata Anto.
“ itu sih bener. Tapi itu kan sambilan Tok.
Gw ingin ada perubahan lebih lagi,” ujar Wiwin.
“ kalau itu mah gw tahu. Makanya dengan
potensi loe yang tersembunyi itu gw ajak bergabung ke perusahaan gw,” kata
Anto.
“ jadi kapan kerjanya?,” tanya Wiwin.
“ besok lo kerja, semuanya udah hendel,” kata
Antok.
“ ya udah nih surat lamaranyanya, seperti
biasa basa-basi loe terlalu tinggi,”
sahut Wiwin.
“ ya segera gw urus admitrasinya. Masalah
kebiasaan gw jangan loe sering ingetin. Kalau ketahuan orang malu gwnya,” kata
Anto.
“ dari dulu jaman kuliah begitu tetap aja
jadi orang juga,” jawab Wiwin.
“ ya...iya lah kan loe yang yang ngajarin gw
untuk bisa cepat loe lulus,” kata Anto.
“ gw lupa tuh,” jawab Anto.
“ ya udah gw masuk kantor dulu nanti di marahin bos lama-lama diluar.
Karena masih jam kerja,” kata Anto.
“ ya udah gw terima kasih,” ujar Wiwin.
Setelah pertemuan tersebut Wiwin hendak
pulang. Tiba-tiba ada kiriman sms di
hp. Wiwin menengoknya kiriman sms itu. Ternyata Indah minta bantuan untuk
bantuin menyelesaikan skripsinya. Wiwin dengan cepat membalasnya “ ok”. Setelah
membalas sms Indah, langsung Wiwin menuju ke rumah Indah dengan memanggil
angkot.

No comments:
Post a Comment