Semenjak Joni menemukan sebuah buku kuno di tempat
gudang rumah kehidupanya berubah total. Setiap malam Joni bermimpi buruk.
Setiap bermimpi di tandai dengan gerhana. Joni pun selalu di ikuti sesosok
makluk hitam. Semenjak mimpi menyeramkan tersebut Joni terlalu saja tertidur di
kelas. Guru mengetahui tingkahnya, lalu di hukum berdiri di ruang
koridor. Setiap memikirkan mimpinya Joni semakin merinding. Setiap mimpi
selalu ada kaitan dengan buku kuno. Kemudian setelah pulang sekolah Joni memberanikan
diri untuk membuka buku kuno, lalu membacanya dengan seksama. Tiba-tiba terjadi
kejadian yang sesuai dengan mimpinya. Tulisan yang ada dalam buku masuk kedalam
diri Joni. Hari yang menjadi gelap gulita padahal siang hari. Joni keluar dari
rumah untuk menyaksikan keadaan luar ternyata terjadi gerhana total. Bayang
hitam berterbangan di atas langit dan turun ke tanah berubah menjadi seekor
gagak.
Joni menjadi kaget dan ketakutan dibuat fenomena yang
terjadi. Dalam tubuh terasa panas dan tiba-tiba bersinar terang. Terjadi
ledakan besar yang terpancar dalam tubuh menjadi seperti tombak cahaya sampai
kelangit. Hal tersebut berlangsung singkat setelah gerhana berakhir fenomena
yang terjadi dalam tubuh joni selesai juga. Setelah itu datang seeorang berjubah
hitam yang meminta buku kuno tersebut. dengan seketika joni
memberikannya. Berjubah itu marah kepada joni.
“ kemana tulisan yang ada dalam buku kuno,” tanya
jubah hitam.
“ semua tulisan sudah masuk kedalam tubuh saya,” jawab
joni dengan ketenangan.
“ jadi begitu, kalau begitu kau harus mati agar mantra
kuno menjadi milikku,” kata jubah hitam.
Jubah hitam menyerang dengan ilmu sihir hitam. Yang
mengikat Joni dan mengangkatnya tinggi ke udara. Joni kesakitan sihir pengikat
itu. Gagak pun menyerang jubah hitam dengan kecepatan untuk menolong Joni.
Jubah hitam menjadi lengah dan melepaskan Joni karena kosentrasinya
terbagi karena serangan gagak.
Pertarungan menjadi sengit di udara. Joni
terjatuh dengan keadaan ngeri akibat serangan jubah hitam. Joni bersembunyi dan
melihat pertarungan tersebut dari kejauhan. Gagak dengan sengit menyerang.
Jubah hitam dibuat bingung karena kecepatan gagak membuat fenomena bayangan.
Jadi jubah menjadi geram kemudian mengeluarkan kekuatan penuhnya. Membuat
ledakan energi di sekeling tubuhnya. Gagak menangkisnya dengan sekuat tenaga.
Keduanya tidak mau mengalah. Pertarungan berlangsung
cukup lama tiba-tiba jubah hitam mengumpulkan seluruh energi sihirnya di dalam
kedua tangannya. Lama-kelamaan menjadi besar kemudian di hempaskan ke gagak.
Sang gagak terpental cukup jauh menabrak pepohonan terus jatuh ketanah. Gagak
berusaha bangkit kemudian mengerahkan semua kemampuanya dan berubah menjadi
sosok yang menyeramkan. Dengan sekejam menyerang musuhnya. Jubah hitam kalah
dan jatuh tersungkur. Gagak menghampiri jatuhnya jubah hitam, lalu mulai
memakan energi sihir jubah hitam. Jubah hitam ke sakitan
buatnya.
“ aahhhhhhhh,” teriak jubah hitam.
Gagak tidak memperdulikan derita jubah hitam
yang terpenting bisa memakan energi sihir tersebut. sekian lama gagak tidak
makan energi sihir. Selama ini gagak di penjara di antara ruang deminsi untuk
menungu tuan yang baru. Untuk menjaga kesetabilan dunia sihir. Lagi asiknya si
gagak menyerap energi sihir. Dari kejauhan terlihat kekuatan bola api hitam
melesat dengan kecepatan tinggi menyerang gagak. segera menahannya dengan
menggunakan sayapnya. Dengan sekejab jubah hitam pun menghilang. Sang gagak
mengejarnya, tetapi telat musuh telah melancarkan serangan yang keduanya.
Berakibatnya gagak terpental.
Setelah kejadian tersebut gagak kembali kewujudnya
segera menemui tuanya. Dihadapan tuannya gagak mulai menjelaskan semuanya.
Kenapa para penyihir kegelapan menyerang tuannya, kemudian menginginkan
kekuatan dari buku kuno tersebut?. Setelah mendengarkan cerita gagak. Joni
jadi mengerti bahwa sudah jalan nasibnya seperti. Dengan memahami
bentuk-bentuk energi yang ada di sekitar Joni mulai belajar untuk mengendalikan
energi sihir yang ada di dalam dirinya. Suatu saat di serang musuh ia bisa
mempertahankan diri tidak lagi mengandalkan si gagak.

No comments:
Post a Comment