Malam yang begitu larut Yo
dan Genta pergi ke kuburan kuno untuk
menemui roh Amidamaru. Dengan terburu-buru Yo dan Genta sampai juga di kuburan
kuno.
“ Amidamaru,” panggilan Yo.
Keluarlah Amidamaru dari
makamnya.
“ ada apa gerangan kalian
menemui ku?,” tanya Amidamaru.
“ saya menunjukkan
sesuatu sebuah pedang herusame yang
telah di tempa ulang dan menjadi bagus kembali untuk menepati janji Mosuke,”
kata Yo.
“ tapi saya sudah lupa
dengan janji itu,” kata Amidamaru.
“ kalau begitu saya letakkan
pedang herusame di makam mu sesuai pesan Mosuke,” kata Yo.
“ itu benar sekali,” sahut
Genta.
Yo dan Genta pergi
meninggalkan makan Amidamaru. Sedangkan Amidamaru sedangkan memikirkan
baik-baik masalahnya. Urusan Amidamaru tentang dunia telah selesai. Keluar
cahaya yang terang benderang yang menarik Amidamaru naik ke langit. Yo dan
Genta berjalan menurun tangga menuju keluar dari kuburan kuno. Yo dan Genta
bertemu dengan Riu dengan pedang kayu.
“ hey kamu anak kecil,” kata
Amidamaru.
“ hey juga,” sahut Yo dengan
tersenyum.
“ haaa,” terkejut Genta.
“ haa,” terkejut dengan Riu.
“ apa gak salah itu Riu si
pedang kayu,” sahut Genta.
“ kamu inilah yang membuat
saya di ketawaain karena rambut kesayangan saya hancur. Jadi
hari ini saya harus membalasnya,” kata Riu.
“ haa,” terkejut Yo dan Genta.
Riu mulai menyerang dengan
pedang kayunya. Sedang Yo dan Genta melarikan diri naik ke atas bukit sampai di
sebuah makam tua. Riu menyerang dengan brutal sampai Yo dan Genta terluka dan
terpental ke makam Amidamaru. Karena kejadian tersebut pikiran Amidamaru tidak
jernih lagi. Keganjilannya tentang Yo membuat Amidamaru sadar bahwa urusannya
belum selesai. Melihat Yo dalam kesulitan Amidamaru dari langit. Kemudian
berubah menjadi bola roh dan masuk ke
dalam tubuh Yo. Sekejab Yo berubah
menjadi sifat Amidamaru. Riu mulai menyerang dengan pedang kayunya ke depan
muka Yo. Dengan tanggap menangkap dengan ke dua telapak tangannya.
“ jangan menganggap remeh
saya,” kata Amidamaru di dalam tubuh Yo.
“ haa,” tercengang Riu
mendengar ucapan Yo.
Yo menghempaskan serangan
serangan pedang kayu Riu sampai terpental jauh. Riu bangun dan melarikan diri.
Amidamaru keluar dari tubuh Yo.
“ jadi tidak jadi pergi?,”
tanya Yo.
“ ya...masih satu urusan
lagi...jadi saya terima menjadi patner dalam pertarungan,” kata Amidamaru.
“ ok,” kata Yo.
“ ya....berhasil,” sahut
Genta.
Yo berhasil meyakinkan
Amidamaru untuk menjadi temannya. Genta senang dengan perteman dengan hantu dan
melupakan rasa takutnya tentang roh penasaran.

No comments:
Post a Comment