Wednesday, January 10, 2018

Keeping Promises

Malam yang begitu larut Yo dan Genta pergi ke kuburan  kuno untuk menemui roh Amidamaru. Dengan terburu-buru Yo dan Genta sampai juga di kuburan kuno.
 
“ Amidamaru,” panggilan Yo.


Keluarlah Amidamaru dari makamnya.


“ ada apa gerangan kalian menemui ku?,” tanya Amidamaru.


“ saya menunjukkan sesuatu  sebuah pedang herusame yang telah di tempa ulang dan menjadi bagus kembali untuk menepati janji Mosuke,” kata Yo.


“ tapi saya sudah lupa dengan janji itu,” kata Amidamaru.


“ kalau begitu saya letakkan pedang herusame di makam mu sesuai pesan Mosuke,” kata Yo.


“ itu benar sekali,” sahut Genta.


Yo dan Genta pergi meninggalkan makan Amidamaru. Sedangkan Amidamaru sedangkan memikirkan baik-baik masalahnya. Urusan Amidamaru tentang dunia telah selesai. Keluar cahaya yang terang benderang yang menarik Amidamaru naik ke langit. Yo dan Genta berjalan menurun tangga menuju keluar dari kuburan kuno. Yo dan Genta bertemu dengan Riu dengan pedang kayu.


“ hey kamu anak kecil,” kata Amidamaru.


“ hey juga,” sahut Yo dengan tersenyum.


“ haaa,” terkejut Genta.


“ haa,” terkejut dengan Riu.


“ apa gak salah itu Riu si pedang kayu,” sahut Genta.


“ kamu inilah yang membuat saya  di ketawaain  karena rambut kesayangan saya hancur. Jadi hari ini saya harus membalasnya,” kata Riu.


“ haa,” terkejut  Yo dan Genta.


Riu mulai menyerang dengan pedang kayunya. Sedang Yo dan Genta melarikan diri naik ke atas bukit sampai di sebuah makam tua. Riu menyerang dengan brutal sampai Yo dan Genta terluka dan terpental ke makam Amidamaru. Karena kejadian tersebut pikiran Amidamaru tidak jernih lagi. Keganjilannya tentang Yo membuat Amidamaru sadar bahwa urusannya belum selesai. Melihat Yo dalam kesulitan Amidamaru dari langit. Kemudian berubah menjadi  bola roh dan masuk ke dalam  tubuh Yo. Sekejab Yo berubah menjadi sifat Amidamaru. Riu mulai menyerang dengan pedang kayunya ke depan muka Yo. Dengan tanggap menangkap dengan ke dua telapak tangannya.


“ jangan menganggap remeh saya,” kata Amidamaru di dalam tubuh Yo.


“ haa,” tercengang Riu mendengar ucapan Yo.


Yo menghempaskan serangan serangan pedang kayu Riu sampai terpental jauh. Riu bangun dan melarikan diri. Amidamaru keluar dari tubuh Yo. 


“ jadi tidak jadi pergi?,” tanya Yo.


“ ya...masih satu urusan lagi...jadi saya terima menjadi patner dalam pertarungan,” kata Amidamaru.


“ ok,” kata Yo.


“ ya....berhasil,” sahut Genta.


Yo berhasil meyakinkan Amidamaru untuk menjadi temannya. Genta senang dengan perteman dengan hantu dan melupakan rasa takutnya tentang roh penasaran.

No comments:

Post a Comment