Wednesday, January 10, 2018

Keep Yourself

Zaman dahulu ada dua orang anak laki-laki yang dari keluarga miskin.Amidamaru dan Mosuke selalu bekerja sama untuk kelangsungan hidupnya. Kedua sahabat bermain ini terus bekerja sama dan membangun mimpi. Pada suatu hari desanya di serang oleh gerombolan penjahat. Amidamaru dan Mosuke bersembunyi untuk menghindari  pembantaian oleh para gerombolan penjahat. Para warga desa pada mati semua keberingasaan para gerombolan penjahat. Di balik bilik rumah Amidamaru dan Mosuke bersembunyi melihat pembantaian itu. 
 
“ takut,” kata Mosuke

“ suut,” kata Amidamaru.

Amidamaru dan Mosuke turus bersembunyi sampai para penjahat pergi. Setelah para gerombolan penjahat pergi. 

“ ayo kita keluar,  mereka sudah pergi,” kata Amidamaru.

“ ya ,” jawab Mosuke.

Bergegaslah Mosuke dan Amidamaru keluar dari persembunyiannya dari bilik rumah. Mereka berdua menghampiri mayat-mayat warga desa yang bergelimpangan. 

“ ayo kita kuburkan para warga desa dengan layak,” kata Amidamaru.

“ ayo Amidamaru,” jawab Mosuke.

Mereka  berdua mengambil gerobak dan pacul. Lalu mengangkut mengangkut satu-satu mayat angakat ke gerobak segera di bawa ke  sebuah tempat tidak jauh desa. Amidamaru dan Mosuke menggali tanah dengan pacul saling bergantian. Mayat di kuburkan dengan layak oleh Amidamaru dan Mosuke. Pekerjaan itu mereka lakukan sampai para warga desa di makamkan semua.

“ akhirnya selesai juga,” kata Mosuke.

“ ya....,” jawab Amidamaru.

Kembalilah mereka ke desa mereka dengan semua peralatan di bawa. Sampai desa gerombolan penjahat dateng lagi.

“ Amidamaru gimana ini mereka dateng,” kata Mosuke.

“ tenang Mosuke....” sahut Amidamru.

Kemudian Amidamaru mengambil pedang untuk berjaga-jaga. Para gerombolan penjahat mendatangi mereka berdua.

“ jadi masih ada yang tersisa dari desa ini,” kata Penjahat.

“ kalau begitu kita habisi saja. Coba  lihat anak yang berambut panjang itu memegang pedang,” kata teman penjahat.

“ itu benar sekali... kalau begitu saya akan menghajar anak sombong yang memegang pedang itu,” kata penjahat.

Dengan mencabut pedangnya dari sarungnya penjahat menyerang Amidamaru yang menjaga dirinya  dengan pedang.

“ Mosuke mundur dan bersembunyi,” kata Amidamaru.

“ baik,” jawab mosuke.

Penjahat dateng dengan sabetan pedangnya. Amidamaru melihat pergerakannya dengan matanya, lalu menghindari serangan tebasan musuh dengan instingnya. Segera Amidamaru menikam musuh dengan pedangnya.

“ eeee..aahh,” suara terakhir penjahat.

“ ha...brengsek dia membunuh temanku,” kata penjahat dengan marah.

Penjahat menyerang kembali ke hadapan Amidamaru. Pedang musuh  di tikamkan ke depan muka Amidamaru. Dengan cepat Amidamaru menghindari serangan musuhnya, dengan segera menebasnya di bagian  tenggorokannya.

“ eeee...aahhh,” teriakan terakhir penjahat sambil menutupi pendarahanya dengan tangan kirinya.

“ haaaa..........hebat juga,” kata bos penjahat.

“ sial banget anak itu telah membunuh teman kita,” kata penjahat.

Para penjahat  dateng dengan mengkroyok Amidamaru. Melangkahlah Amidamaru  ke mayat penjahat dan mengambil pedangnya. Para penjahat  meyerang Amidamaru seperti binatang liar. Pedang para penjahat di ayunkan ke hadapan Amidamaru. Kesigapan Amidamaru. Menangkis semua serangan musuh, lalu dengan cepat menebas kebagian  tubuh mereka satu persatu.

“ eeee...aaah,” suara para penjahat tumbang.

“ sembilan orang telah kalah oleh Amidamaru  tinggal satu lagi biangnya,” kata Mosuke menghitung.

Amidamaru. Berusaha bersiap menghadapi pemimpinya. Turunlah bos penjahat dari kuda. Mengambil sebuah tombak dari kuda. 

“ hebat juga ...kamu anak kecil siapa namamu?,” tanya Penjahat.

Amidamaru tetap terdiam tidak menjawab pertanyaan musuh. Bos penjahat menunggu jawaban dari anak kecil tersebut tak satu kata terucap. 

“ kalau tidak menjawab berati kamu bisu....kalau begitu  mati saja kamu anak kecil,” kata bos penjahat.

Bos penjahat menyerang dengan memegang tombak dan berlari cepat ke arah Amidamaru. Mulai Amidamaru menangkis serangan tombak dengan pedangnya. Tetapi karena musuh sangat kuat Amidamaru terdesak oleh serangan tersebut. Kemudian Amidamaru menekan serangan tersebut langsung bergerak ke arah kanan. Pedang yang di tangan kirinya di lepaskan.bergeraklah cepat Amidamaru dengan menusuk musuh bagian tenggorokannya dengan pedang.

“ eeeee...kenapa bisa aku di kalahkan anak kecil?,” kata terakhir musuh.

“ karena kamu mempunyai celah yang tidak kamu lindungi,” jawab Amidaru.

Bos penjahat pun tumbang dan jatuh ke tanah. Mosuke mendatengi Amidamaru.

“ hebat kamu Amidamaru menghabisi mereka sendirian,” kata Mosuke.

“ ya...tetapi mayat mereka ini merepotkan,” kata Amidamaru.

“ eh...itu gamapang nanti saja setelah kita makan,” kata Mosuke.

“ ya...juga...sih tapi kan bau Mosuke,” kata Amidamaru.

“ biarin aja.....,” kata Mosuke.

“ ayo cari makan..aku lelah bertarung,” kata Amidamaru.

“ ayo...,” sahut Mosuke.

Mereka berdua meninggalkan mayat penjahat begitu saja kembali ke rumah. Amidamaru dan Mosuke bekerja sama membuat makan supaya energi tubuh mereka pulih. Selang berapa lama mereka memasak  di dapur akhirnya mereka berdua menyantap dengan sangat lahap.  Setelah selesai makan baru mereka menguburkan mayat para penjahat sampai pagi hari. Kemudian mereka berdua beristirahat dengan tenang karena saling menjaga. Saat istirahat Mosuke mengajak Amidamaru ngobrol.

“ Amidamaru saya berjanji akan membuatkan mu pedang yang paling hebat,” kata Mosuke.

“ ya.. saya akan jadi pendekar pedang yang hebat,” jawab Amidamaru.

Karena  sebuah janji mereka berdua mereka membangun diri mereka menjadi sosok yang lebih dewasa. Suatu ketika seorang penguasa mengadakan sebuah sainbara pembuatan pedang. Amidamaru dan Mosuke tertarik dengan sainbara itu.

“ wah Amidamaru jika menang pedang kita akan di bayar sangat mahal dan juga kamu bisa jadi seorang perajurit,” kata Mosuke.

“ ya ...itu betul sekali Mosuke, jadi kita bisa terbebas dari kemiskinan,” kata Amidamaru.

“ ya itu benar sekali....kalau begitu saya harus bekerja keras untuk menang,” kata Mosuke.

“ ya...saya akan membantu kamu Mosuke,” ujar Amidararu.

Mereka berdua bergegas mengumbulkan bahannya dan menciptakan pedang yang paling hebat. Dengan usaha yang keras Mosuke berhasil membuat pedang yang hebat yang dia beri nama herusame. Amidamaru membantu dalam pembuatan pedang hebat herusame. Setelah selesai membuat pedang herusame, mereka kedua pergi kerajaan untuk menyerahkan hasil kerja mereka.

Sampai di dalam istana kerajaan bertemu dengan patuka Tong pekerjaan Mosuke dan Amidamaru di terima. Sainbara pun di menangkan oleh Mosuke karena pedang yang di buat sesuai keinginan paduka Tong. Amidamaru dan Mosuke senang sekali dengan kemenaangan itu.

Amidamaru pun di angkat menjadi perajurit kepercayaan paduka Tong. Suatu malam paduka Tong memanggil Amidamaru untuk menghadap.

“ Amidamaru pedang yang di buat Mosuke ini sangat bagus sekali. tetapi  penciptanya ini harus di bunuh. Karena lebih baik pedang ini satu-satunya di dunia dari pada talenta Mosuke itu berbahaya dapat menciptakan pedang yang lainnya,” kata perintah paduka Tong.

“ he...,” Amidamaru tercengang oleh perintah paduka Tong.

“ gimana Amidamaru?,” tanya paduka Tong.

“ saya tidak akan melakukannya,” jawab Amidamaru.

“ jadi  kamu mentang saya,”  kata patuka Tong.

“ maaf kan saya, tetapi saya tidak bisa menghiati teman saya,” kata Amidamaru.

“ ya...sudah itu mau kamu berarti sudah pendirian kamu. Saya menganggap menentang titah raja,” kata paduka Tong.

“ sekali lagi maaf saya...kalau begitu saya permisi,” kat Amidamaru.

Amidamaru segera meninggal kediaman paduka Tong. Dengan terburu Amidamaru membawa perlengkapannya pergi ke tempat Mosuke tinggal. Di sebuah perbukitan Amidamaru dan Mosuke bertemu. Amidamaru menceritakan segalanya kepada Mosuke. Mendengarkan semua cerita Amidamaru kalau Mosuke mau di bunuh, langsung marah sekali. Mosuke menyesal membuat pedang terhebat itu. Mosuke mengajak Amidamaru untuk melarikan diri, tetapi Amidamaru tidak mau ia hanya ingin melindungi Mosuke. Mendengarkan keteguhan hati Amidamaru mau lindungi Mosuke terasa tenang dan senang sekali. Mosuke berjanji akan membuat pedang yang hebat lagi untuk Amidamaru. Lagi-lagi Amidamaru terlihat bahagia dengan perkataan Mosuke masih kecil yang ingin membuatkan pedang untuknya.

Para prajurit datang ke tempat ke tempat pertemuan Amidamaru dan Mosuke. Amidamaru menyuruh Mosuke bersembunyi. Para prajurit berhadapan dengan Amidamaru.

“ mana Mosuke?,” tanya prajurit.

“ tidak tahu,” jawab Amidamaru.

“ kalau begitu kamu menentah perintah paduka Tong. Jadi kamu harus di habisi,” kata prajurit.

“ baiklah kalau itu mau kalian,” kata Amidamaru.

Amidamaru mengeluarkan pedang gandanya dan bersiap bertarung. Para prajurit menyerang Amidamaru dengan kroyokan. Dengan gagah perkasanya Amidamaru menebas semua prajurit dengan dengan teknik tarian pedang kembar. Para prajurit tumbang semua yang tersisa oleh Amidamaru di tumpukan mayat. Dengan keletihan Amidamaru berusaha untuk bertahan. Paduka Tong parajuritnya seratus orang tewas semua membuat geram dan marah, lalu mengirimkan parajurit lagi untuk membunuh Amidamaru dan Mosuke. Pada akhirnya Amidamaru tewas dengan kehabisan tenaga membunuh banyak prajurit. Sedangkan Mosuke tertangkap dan dibunuh. Semenjak itulah Amidamaru di kenal dengan iblis petarung dengan membunuh seratus orang dengan teknik pedangnya yang menyeramkan. Mosuke menjadi hantu penasaran karena janjinya pada Amidamaru tidak terpenuhi. Begitu juga Amidamaru jadi hantu penasaran karena telah banyak membunuh.  

No comments:

Post a Comment