Wednesday, January 10, 2018

Keep An Eye On

Sore hari Genta mulai mengawasi Yo dengan sembunyi-bunyi. Genta penasaran dengan Yo yang berteman dengan hantu. Genta melihat Yo sedang asik berdiri jembatan. Genta bersembunyi  di sebuah jalan di tutupi tempat sampai. Di tunggu in oleh Genta samapi melupakan semua kegiatannya. Tetap Yo tidak beranjak dari jembatan.
 
“ sampai kapan dia sana kaya ada kerjaan lain?,” gerutu Genta.


Masih saja Yo berdiri dambil bersender di pinggir pager jembatan. 


“ ah..enak juga tidur,” celoteh Yo.


Bangunlah Yo dari tidurnya pergi dari jembatan menuju ke rumahnya.


“ ha.....dari tadi dia tidur. Dasar sial.....,” gerutu Genta.


Genta makin kesal dengan ulah Yo.  Dirumah Genta mengambil perlengkapan untuk membuktikan kegiatan Yo di kuburan tua. 


“ hari ini saya akan memotrek hantu,” celoteh Genta dengan keyakinan.


Genta berangkat menuju kuburan tua. Dengan berlari sampailah Genta di kuburan tua dengan bersembunyi di balik rumah tua dekat kuburan. 


“ harus berhasil pokoknya,” celoteh Genta.


Dengan diam-diam Genta di balik rumah tua. Terdengar suara  orang yang sedang bicara. Genta melihat dengan mengintipnya.


“ haa,” terkejut genta langsung menutup mulutnya dengan tangan.


Sekelompok berandalan sedang bermain di kuburan tua. Genta berusaha tidak ketahuan merekan para anak berandalan yang di kenal kelompok Riu si pedang kayu. Genta diam seribu bahasa di belakang rumah tua.



Riu sedang kesal sekali di kuburan tua. Sedangkan anak buahnya bernama Toy berusaha  menenangkan Riu tidak berisik. Tetap saja Riu susah di bilangin. Ssedangkan anak buahnya yang lain bernama Guy berusaha menenangkan juga sambil menceritakan tentang sebuah makam yang di kenal dengan iblis petarung.


“ masa lalu banyak orang di bunuhnya  sampai seratus di medan laga dengan sendirian semenjah itu jadi arwah penasaran namanya Amidamaru,” kata Guy.


  Beberapa kawannya mendengarkan cerita Guy ketakutan. Tetapi tidak dengan Riu malah semakin marah.


“ saya tidak peduli dengan cerita konyol,” kata Riu.


Riu sambil menjatuhkan sebuah batu makam. Dengan sangat marah Riu mengayunkan pedang kayunya ke arah batu yang di jatuhkan. Sangking kuatnya pukulan Riu memecah baru makam. 


“ bos apa yang kamu lakukan,” kata semua anak buahnya.


“ saya tidak peduli,” kata Riu yang marah.


Riu masih marah-marah dan para anak buahnya menenangkanya. Genta muncul tidak sengaja karena ketakutan seekor tikus lewat di sampingnya.


“ eee haaaa,” suara terkejut Genta.


“ siapa itu?,” tanya semua anak buah Riu.


“ maaf kalau mengangu kalian semua, kalau begitu permisi dulu,” kata Genta.


Riu melihat Genta dengan sangat marah begitu dengan anak buahnya yang mengangu mereka. Genta berusaha untuk menjauhi masalah dengan Riu tetap saja anak buah Riu menghalanginya. Berkali-kali Genta meminta maaf di hadapan Riu dan anak buahnya. Riu dan anak buahnya malah ingin menghajar Genta.  Dengan penuh ketakutan Genta mau di keroyok oleh Riu dan kelompoknya. Datang lah Yo di hadapan Genta untuk melindunginya.


“ kalau begini mah harus melayani,” kata Yo.


“ apa kamu bilang jadi kamu menantang ku?,” kata Riu.


Riu langsung mengayunkan pedangnya ke arah Yo. Tapi sebelum itu Yo memanggil Roh penasaran Amidamaru kemudian di ubahnya menjadi bola roh. 


“ merasuklah ke dalam tubuhku,” kata Yo.


Yo bersatu dengan Roh Amidamaru, lalu mengambil tongkat di sampingnya yang tertancap di tanah. Dengan sangat cepat mengayunkan tongkat tersebut menangkis serangan Riu yang hampir mengenai Yo. Karena roh Amidamaru ahli dalam pertarungan, maka Yo mampu mengelak dengan cepat dan memukul ke bagian tubuh Riu dengan sangat kuat sampai terpental dan menabrak dinding rumah tua.


“ eaah,” suara Riu.


Akibat serangan hebat dari Yo yang kerasukan roh iblis petarung pada akhirnya Riu pingsan. Semua anak buahnya mendatangi Riu yang pingsang.


“ bos kamu tidak pa-pa?,” tanya Toy sambil mengoncangkan tubuhnya.


“ aduh bos kita pingsan,” sahut Guy.


Segera semua anak buahnya mengangkat Riu pergi meninggalkan makan tua. Yo kemudian  roh Amidamaru keluar dari tubuh Yo. Genta melihat semuanya  sampai terpaku sampai lupa untuk memotretnya.


“ gimana keadaaan kamu?,” tanya Yo.


“ oh...baik-baik aja. Siapa kamu sebenarnya kenapa  bisa....bersatu dengan hantu?,” tanya Genta. Ketakutan, tapi penasaran.


“ ohh saya adalah pengendali arwah yang berkeinginan menjadi raja arwah,” kata Yo dengan tegas.


“ hha..,” bengong Genta mendengar ucapan Yo yang aneh.


“ eeh kenapa kamu?,” tanya Yo.


“ ha...gak...kok,” jawab Genta.


Semenjak kejadian itu Genta berteman baik dengan Yo yang mampu berkomunikasi dengan arwah. Genta belajar mengendalikan ketakutan mengenai roh penasaran



No comments:

Post a Comment