Sore hari Genta mulai
mengawasi Yo dengan sembunyi-bunyi. Genta penasaran dengan Yo yang berteman
dengan hantu. Genta melihat Yo sedang asik berdiri jembatan. Genta
bersembunyi di sebuah jalan di tutupi
tempat sampai. Di tunggu in oleh Genta samapi melupakan semua kegiatannya.
Tetap Yo tidak beranjak dari jembatan.
“ sampai kapan dia sana kaya
ada kerjaan lain?,” gerutu Genta.
Masih saja Yo berdiri dambil
bersender di pinggir pager jembatan.
“ ah..enak juga tidur,”
celoteh Yo.
Bangunlah Yo dari tidurnya
pergi dari jembatan menuju ke rumahnya.
“ ha.....dari tadi dia
tidur. Dasar sial.....,” gerutu Genta.
Genta makin kesal dengan
ulah Yo. Dirumah Genta mengambil
perlengkapan untuk membuktikan kegiatan Yo di kuburan tua.
“ hari ini saya akan
memotrek hantu,” celoteh Genta dengan keyakinan.
Genta berangkat menuju
kuburan tua. Dengan berlari sampailah Genta di kuburan tua dengan bersembunyi
di balik rumah tua dekat kuburan.
“ harus berhasil pokoknya,”
celoteh Genta.
Dengan diam-diam Genta di
balik rumah tua. Terdengar suara orang
yang sedang bicara. Genta melihat dengan mengintipnya.
“ haa,” terkejut genta
langsung menutup mulutnya dengan tangan.
Sekelompok berandalan sedang
bermain di kuburan tua. Genta berusaha tidak ketahuan merekan para anak
berandalan yang di kenal kelompok Riu si pedang kayu. Genta diam seribu bahasa
di belakang rumah tua.
Riu sedang kesal sekali di
kuburan tua. Sedangkan anak buahnya bernama Toy berusaha menenangkan Riu tidak berisik. Tetap saja Riu
susah di bilangin. Ssedangkan anak buahnya yang lain bernama Guy berusaha
menenangkan juga sambil menceritakan tentang sebuah makam yang di kenal dengan
iblis petarung.
“ masa lalu banyak orang di
bunuhnya sampai seratus di medan laga
dengan sendirian semenjah itu jadi arwah penasaran namanya Amidamaru,” kata
Guy.
Beberapa kawannya mendengarkan cerita Guy
ketakutan. Tetapi tidak dengan Riu malah semakin marah.
“ saya tidak peduli dengan
cerita konyol,” kata Riu.
Riu sambil menjatuhkan
sebuah batu makam. Dengan sangat marah Riu mengayunkan pedang kayunya ke arah
batu yang di jatuhkan. Sangking kuatnya pukulan Riu memecah baru makam.
“ bos apa yang kamu
lakukan,” kata semua anak buahnya.
“ saya tidak peduli,” kata
Riu yang marah.
Riu masih marah-marah dan
para anak buahnya menenangkanya. Genta muncul tidak sengaja karena ketakutan
seekor tikus lewat di sampingnya.
“ eee haaaa,” suara terkejut
Genta.
“ siapa itu?,” tanya semua
anak buah Riu.
“ maaf kalau mengangu kalian
semua, kalau begitu permisi dulu,” kata Genta.
Riu melihat Genta dengan
sangat marah begitu dengan anak buahnya yang mengangu mereka. Genta berusaha
untuk menjauhi masalah dengan Riu tetap saja anak buah Riu menghalanginya.
Berkali-kali Genta meminta maaf di hadapan Riu dan anak buahnya. Riu dan anak
buahnya malah ingin menghajar Genta.
Dengan penuh ketakutan Genta mau di keroyok oleh Riu dan kelompoknya.
Datang lah Yo di hadapan Genta untuk melindunginya.
“ kalau begini mah harus
melayani,” kata Yo.
“ apa kamu bilang jadi kamu
menantang ku?,” kata Riu.
Riu langsung mengayunkan
pedangnya ke arah Yo. Tapi sebelum itu Yo memanggil Roh penasaran Amidamaru
kemudian di ubahnya menjadi bola roh.
“ merasuklah ke dalam
tubuhku,” kata Yo.
Yo bersatu dengan Roh
Amidamaru, lalu mengambil tongkat di sampingnya yang tertancap di tanah. Dengan
sangat cepat mengayunkan tongkat tersebut menangkis serangan Riu yang hampir
mengenai Yo. Karena roh Amidamaru ahli dalam pertarungan, maka Yo mampu
mengelak dengan cepat dan memukul ke bagian tubuh Riu dengan sangat kuat sampai
terpental dan menabrak dinding rumah tua.
“ eaah,” suara Riu.
Akibat serangan hebat dari
Yo yang kerasukan roh iblis petarung pada akhirnya Riu pingsan. Semua anak
buahnya mendatangi Riu yang pingsang.
“ bos kamu tidak pa-pa?,”
tanya Toy sambil mengoncangkan tubuhnya.
“ aduh bos kita pingsan,”
sahut Guy.
Segera semua anak buahnya
mengangkat Riu pergi meninggalkan makan tua. Yo kemudian roh Amidamaru keluar dari tubuh Yo. Genta
melihat semuanya sampai terpaku sampai
lupa untuk memotretnya.
“ gimana keadaaan kamu?,”
tanya Yo.
“ oh...baik-baik aja. Siapa
kamu sebenarnya kenapa bisa....bersatu
dengan hantu?,” tanya Genta. Ketakutan, tapi penasaran.
“ ohh saya adalah pengendali
arwah yang berkeinginan menjadi raja arwah,” kata Yo dengan tegas.
“ hha..,” bengong Genta
mendengar ucapan Yo yang aneh.
“ eeh kenapa kamu?,” tanya
Yo.
“ ha...gak...kok,” jawab
Genta.
Semenjak kejadian itu Genta
berteman baik dengan Yo yang mampu berkomunikasi dengan arwah. Genta belajar
mengendalikan ketakutan mengenai roh penasaran

No comments:
Post a Comment