Benturan kedua kekuatan tersebut menjadi
dasyat. Akhirnya keduanya terpental akibat efek dari benturan kedua
kekuatan itu. setelah pertarungan yang melelahkan tersebut kakeknya dan Yujin
istirahat untuk makan. Yujin di suruh untuk menyiapkan semuanya. Yujin
melakukan dengan senang hati di suruh kakeknya.
Yujin menangkap ikan di danau dengan teknik yang di
ajarkan kakeknya. Banyak ikan yang di tangkap Yujin. Lalu Yujiin mencari
buah-buahan kehutan. Dengan sergap Yujin memanjat pohon dan berhasil mendapat
buah-buahan. Setelah itu Yujin mulai memasak ikan, sayur, umbi-umbian dan
memasak air untuk menyeduh kopi kesukan kakek.
Semua makan sudah selesai makan. Yujin menyajikan di
meja di pekarangan pondok. Kakeknya keluar dari pondok setelah berganti
baju. Mereka makan bersama dengan riang gembira. Setelah makan kakeknya bertanya
dimana Yujin belajar teknik tinju tenaga dalam. Yujin menceritakan kepada
kakeknya. Setelah makan Yujin dan kakek pergi ketempat Yujin berlatih.
Sampai ke tempat Yujin ceritakan. Kakek
mempelajari semua gambar dan tulisan yang ada di dinding dalam gua. Kakek
Yujin terkejut ada sebuah tulisan yang menjelaskan teknik terlarang yang tidak
boleh mempelajari sebelum mempelajari tahapanya. Maka orang yang berlatih akan
kerasukan.
“ Yujin apa kamu mempelajari teknik ini? ”
tanya kakeknya sambil menunjukkan gambar.
“ iya kakek. Semuanya sudah saya pelajari,” jawab
Yujin.
“ bener-bener gawat ini. Kamu belum menyelesaikan
tahapan yang di sini!,” kata kakeknya sambil menunjukkan kesalahan Yujin.
“ saya tidak melakukan tahapan teknik tersebut. karena
kemarin gambarnya gak ada sih,” kata Yujin.
Kakeknya jadi bingung cara untuk mencegah agar Yujin
tidak terkena kutukan dari teknik terlarang. Kakek mencari-cari sebuah tulisan
atau gambar yang dapat mencegah kutukan tersebut. Tiba-tiba Yujin mulai
mengalami kesakitan. Efek teknik tersebut mulai berreaksi dengan cepat. Yujin
kehilangan kesadaran. Energi kuat terpancar dalam tubuh Yujin. Aura kegelapan
tersebut makin membesar telihat sebuah bayangan makluk. Dengan sekejab
membuat sebuah ledakan dan kakek terpental jauh dari tempat Yujin. Kakeknya
ingin menyadarkan Yujin, tetapi sudah terlambat. Yujin kini sudah menjadi
makluk yang tertulis. Makluk tersebut bertubuh besar, berwarna kuning, gigi
yang tajam, dan memiliki ekor. Mirip seperti kera.
Pertarungan terjadi antara mereka berdua terjadi.
Kakek Yujin menyerang dengan sebuah pukulan. Monster kera menangkisnya dengan
kekuatanya. Serangan kakek tidak berefek pada tubuh monster kera. Kakek dengan
kekuatan penuh mengeluarkan teknik rahasianya. Mengumpul seluruh energi tenaga
dalam dalam sebuah kepalan tangan dengan berteriak menyebut nama jurus tersebut
" tinju halilintar naga." Kemudian di hempaskan kehadapan
monster kera.
Kekuatan monster kera bereaksi dengan energi
yang datang di hadapanya. Dengan kedua tangannya menahan energi yang menuju
kehadapanya. Moster kera tersebut tidak mampu menahan energi kekuatan
besar. Lalu lenyap di tertelan energi yang besar. Terjadi ledakan yang
besar. Monster kera tersebut kalah, lalu Yujin kembali kesemula dalam
keadaan pingsan.
Setelah pertarungan tersebut. Yujin di bawa ke pondok
diberikan pengobatan. Karena lukanya terlalu parah kakeknya Yujin meminta
bantuan temannya yang bernama tabib bobo. Dengan mengirimkan pesan lewat
burung elang. Tabib Bobo menerima pesan tersebut dengan segera ia datang
menggunakan motor. Melewati jalan pintas menembus hutan. Akhirnya sampai di
pondok kediaman temanya tersebut.
Tabib Bobo memeriksa dengan seksama luka Yujin.
Perjuangan keras tabib Bobo membuahkan hasil. Beberapa hari berlalu kini Yujin
mulai sadarkan diri. Mereka berdua senang karena Yujin mulai sehat.

No comments:
Post a Comment