Wednesday, January 10, 2018

Monkey

Jauh di dalam hutan ada seorang anak tinggal bersama seorang kakek. Setiap hari seperti biasa Yujin di suruh kakeknya untuk berlatih silat. Yujin rajin dalam menerima pelajaran yang diberikan. Berusaha keras  melatih dirinya untuk bisa mengalahkan kakeknya. Kakeknya  lawan yang tangguh. Sekeras apa pun Yujin tidak pernah sekali pun menang dari kakeknya.  Hari ini pun seperti itu. pertarungan kakek dan cucunya di pinggir danau. Dengan gigihnya Yujin menyerang kakeknya. Dengan mudah kakeknya menangkisnya. Petarungan semakin sengit Yujin mulai mengeluarkan tenaga dalamnya untuk menjebol pertahan kakeknya. Dengan mengepalkan kedua tangannya, lalu berteriak mengucap nama jurus tersebut " tinju petir." Kemudian diarah kan kedepan kakeknya. Keluarlah  sebuah energi yang berbentuk seperti cahaya putih. Kakek terkejut padahal Yujin belum belajar kekuatan tersebut. kakeknya dengan sergap membuat energi perlindung agar bisa menangkis serangan Yujin.

Benturan kedua kekuatan tersebut  menjadi dasyat.  Akhirnya keduanya terpental akibat efek dari benturan kedua kekuatan itu. setelah pertarungan yang melelahkan tersebut kakeknya dan Yujin istirahat untuk makan. Yujin di suruh untuk menyiapkan semuanya. Yujin melakukan dengan senang hati di suruh kakeknya.

Yujin menangkap ikan di danau dengan teknik yang di ajarkan kakeknya. Banyak ikan yang di tangkap Yujin. Lalu Yujiin mencari buah-buahan kehutan. Dengan sergap Yujin memanjat pohon dan berhasil mendapat buah-buahan. Setelah itu Yujin mulai memasak ikan, sayur, umbi-umbian dan memasak air untuk menyeduh kopi kesukan kakek.

Semua makan sudah selesai makan. Yujin menyajikan di meja  di pekarangan pondok. Kakeknya keluar dari pondok setelah berganti baju. Mereka makan bersama dengan riang gembira.  Setelah makan kakeknya bertanya dimana Yujin belajar teknik tinju tenaga dalam. Yujin menceritakan kepada kakeknya. Setelah makan Yujin dan kakek pergi ketempat Yujin berlatih.

Sampai ke tempat Yujin ceritakan.  Kakek mempelajari semua gambar  dan tulisan yang ada di dinding dalam gua. Kakek Yujin terkejut ada sebuah tulisan yang menjelaskan teknik terlarang yang tidak boleh mempelajari sebelum mempelajari tahapanya. Maka orang yang berlatih akan kerasukan.

“ Yujin apa kamu mempelajari teknik  ini? ”  tanya kakeknya sambil menunjukkan gambar.

“ iya kakek. Semuanya sudah saya pelajari,” jawab Yujin.

“ bener-bener gawat ini. Kamu belum menyelesaikan tahapan yang di sini!,” kata kakeknya sambil menunjukkan kesalahan Yujin.

“ saya tidak melakukan tahapan teknik tersebut. karena kemarin gambarnya gak ada sih,” kata Yujin.

Kakeknya jadi bingung cara untuk mencegah agar Yujin tidak terkena kutukan dari teknik terlarang. Kakek mencari-cari sebuah tulisan atau gambar yang dapat mencegah kutukan tersebut. Tiba-tiba Yujin mulai mengalami kesakitan. Efek teknik tersebut mulai berreaksi dengan cepat. Yujin kehilangan kesadaran. Energi kuat terpancar dalam tubuh Yujin. Aura kegelapan tersebut makin membesar  telihat sebuah bayangan makluk. Dengan sekejab membuat sebuah ledakan dan kakek terpental jauh dari tempat Yujin. Kakeknya ingin menyadarkan Yujin, tetapi sudah terlambat. Yujin kini sudah menjadi makluk yang tertulis. Makluk tersebut bertubuh besar, berwarna kuning, gigi yang tajam, dan memiliki ekor. Mirip seperti kera.

Pertarungan terjadi antara mereka berdua terjadi. Kakek Yujin menyerang dengan sebuah pukulan. Monster kera menangkisnya dengan kekuatanya. Serangan kakek tidak berefek pada tubuh monster kera. Kakek dengan kekuatan penuh mengeluarkan teknik rahasianya. Mengumpul seluruh energi tenaga dalam dalam sebuah kepalan tangan dengan berteriak menyebut nama jurus tersebut " tinju halilintar naga." Kemudian di  hempaskan kehadapan monster kera.

Kekuatan monster  kera bereaksi dengan energi yang datang di hadapanya. Dengan kedua tangannya menahan energi yang menuju kehadapanya. Moster kera tersebut tidak mampu menahan  energi kekuatan besar. Lalu lenyap di tertelan energi yang besar. Terjadi ledakan  yang besar. Monster  kera tersebut kalah, lalu Yujin kembali kesemula dalam keadaan pingsan.

Setelah pertarungan tersebut. Yujin di bawa ke pondok diberikan pengobatan.  Karena lukanya terlalu parah kakeknya Yujin meminta bantuan temannya yang bernama tabib  bobo. Dengan mengirimkan pesan lewat burung elang. Tabib Bobo menerima pesan tersebut dengan segera ia datang menggunakan motor. Melewati jalan pintas menembus hutan. Akhirnya sampai di pondok kediaman temanya tersebut.

Tabib Bobo memeriksa dengan seksama luka Yujin. Perjuangan keras tabib Bobo membuahkan hasil. Beberapa hari berlalu kini Yujin mulai sadarkan diri. Mereka berdua senang karena Yujin mulai sehat.



No comments:

Post a Comment